Senin, 20 Juli 2020

Status sebagai Youtuber Nomor 1, Baim Wong : Perjuangan sebuah eksistensi


Baim Wong menjadi salah ikon budaya pergeseran selebritas yang beralih profesi menjadi Youtuber, terlepas dari hasil akhir yang kini menentukan statusnya di tengah menjamurnya transisi selebriti menjadi Youtuber. Berhasil atau tidakkah  ia?

Siapa pemain sinetron pria yang kehidupan pribadinya banyak dikaitkan dengan wanita ? Baim Wong adalah salah satu artis yang jelas memiliki klaim atas itu.
Sejak bermain di sinetron Sejuta Cinta Marshanda aktor sekaligus anak dari pengusaha Johny Wong, mengalami cinta lokasi dengan lawan mainnya, Marshanda. Setelah itu, perjalanan asmara Baim bersama selebritis wanita kerap menghiasi tayangan gosip.

Dalam karirnya di dunia sinetron Baim sempat meredup, namun ia bukan tenggelam sama sekali. Beberapa tahun terakhir, pria yang dikabarkan pernah berkencan dengan sesama artis, maupun host hingga model, masih aktif berakting, meski hanya peran kecil. Sinetron terakhirnya berjudul Cinta Murni, pada tahun 2020 lalu yang tayang di salah satu televisi nasional.

Baim bertransformasi menjadi Youtuber karena terinspirasi dari masifnya pemberitaan mengenai profesi itu dan juga ajakan sahabatnya, Raffi Ahmad yang berkecimpung lebih dahulu.

Youtube Baim diberi nama : Baim Paula (nama istrinya) . Jika kanal Youtube milikinya tidak mengikuti rantai kesuksesan seperti Youtuber pendahulunya (sebut saja Atta Hallintar), ia tidak akan terkejut. Sejak awal ia memposisikan dirinya sebagai underdog (yang tidak diunggulkan).

‘Baim Wong benar-benar memulai dari nol. Ia mempersenjatai diri dengan perangkat digital yang canggih dan melakukan semuanya sendiri. Dari proses merekam gambar, mengedit lalu mem-posting video. Pada awal debutnya, Baim kerap mendapatkan penolakan kolaborasi untuk sebuah konten dari Youtuber lain. Namun ia tidak putus asa.’ Seorang sumber dekat mengatakan pada sebuah media online.

Baim mengungkapkan, diperlukan strategi khusus untuk membuat sebuah konten dengan narasi yang kuat, namun agenda komersial bukan tujuannya.
‘Komersialisasi membuat kontennya berisi naratif yang kebanyakan diset-up, dan itu bukan prinsip saya’. Ungkapnya.

Agaknya, Baim tidak terlalu menduplikasi habis-habisan konten kebanyakan seniornya. Ia merubah persona konten di kanalnya dari sekedar hiburan menjadi hiburan edukatif, bahkan ada nilai moral di sana.

Penikmat Youtube di tanah air banyak disuguhkan dengan parodi klasik, prank yang tidak terstruktur dan tidak memiliki agenda, bahkan cenderung berujung sarkasme serta kegiatan pamer kekayaan yang mengarah hedonisme, dan seolah menggiring penonton sebagai korban era kapitalismen modern, namun Baim secara perlahan malah memperkenalkan sosoknya sebagai Youtuber dengan sisi humanisme yang kental, dan ia tampak menikmati statusnya sebagai ‘aktivis sosial’ lewat media Youtube.

Biasanya mobil-mobil mewah, rumah megah, barang-barang merek, drama percintaan yang bias realitas, prank tanpa manfaat menjadi tajuk utama para Youtuber lain (itu sah-sah saja), namun Baim, dengan cerdik menjadikan sisi sensitif manusia sebagai dekorasi kanal Youtube Baim Paula.

Baim melakukan strategi memutar 180 derajat secara ambius, ia mencoba menampilkan alur yang kuat, ide sosial yang menyentuh, keaslian narasi tanpa candid apalagi settingan dan kepolosan target. Semua mengalir begitu saja, seperti sesorang yang bertemu tak sengaja dengan pengemis di jalanan, tanpa direncanakan.

Nilai-nilai positif kontennya antara lain dapat ditangkap melalui cerita Nenek Iroh, yang tidak bisa dikelabui dengan penyamaran Baim waktu itu dan bagian seksisnya adalah Nenek Iroh malah menanyakan hubungan percintaannya dengan Marshanda. 
Itulah momen yang Baim butuhkan. Drama naif yang polos. Setelah itu, konten Nenek Iroh membuat karakterisasi atas personanya semakin jelas.

Menyusul kemudian, beberapa konten lain bermunculan masih dengan tema sosial yang tidak dibuat-buat dan apa adanya. Sebutnya saja menolong pemulung, membantu penjual Es Tebu, tukang parkir, Supir Taksi, Nelayan dan orang-orang kurang mampu lainnya, yang membuat Baim terlihat seperti Youtuber dengan sensitivisme organik.

Ia tak segan memberikan bantuan dana kepada sesorang untuk membetulkan rumah. Diwaktu lain konten Youtubenya tentang membayar pengobatan biaya rumah sakit atau merenovasi rumah supir pribadinya sendiri.

Kisah-kisah di atas sedikit mirip dongeng Robin Hood, namun tanpa kesembronoan karena terjadi di kehidupan nyata dan jelas memikat hati.
--
Jebakan ketenaran ?

Baim kini sedang menjadi fenomena menyusul pengakuan dari CEO Youtube beberapa waktu lalu. 
Susan Wojciki mengatakan : (selain kegiatan humanismenya, konten Gemas (Gemar Memakai Masker) yang dicanangkan Baim waktu itu kepada masyarakat kurang mampu di Indonesia saat pandemik corona dianggap berdampak kepada kehidupan sosial. 

Atas aksi simpatiknya, Baim diganjar YWN Icon of The Month.

Anugerah tersebut semakin mengkokohkan kualitas diri dan ‘keaslian’ Baim (dalam membuat konten) sebagai Youtuber. 

Efek dominonya, pendapatan sang Youtuber turut berdampak. Baru-baru ini, seperti dilansir Social Blade (yaitu situs analisis penghitungan medisa sosial), penghasilan Baim Wong sebagai Youtuber diperhitungkan mencapai kisaran US$56.600 hingga US$ 905.500 ATAU HAMPIR Rp13 Miliar perbulan.

Perhitungan untuk pendapatan setahun diprediksi sebesar US$674.400  hingga US$10.9 juta atau Rp152 miliar per tahun.

Rekor itu secara meyakinkan mendepak Atta Hallintar sebagai Youtuber terkaya sebelumnya, meskipun jumlah Subscriber Atta masih lebih unggul.

Namun Baim merendah. Sejak awal ia tidak berekpektasi terlalu tinggi. Mempunyai Subscriber sebanyak 1 juta orang sudah cukup membuatnya senang.

Tentu pencapaian seseorang tak pelak mendatangkan respon kontra produktif. Baru-baru ini sesorang artis lain (yang identik dengan ‘tidak takut mengkritisi artis lain yang dirasa merugikannya),  telah melontarkan serangan negatif (yang diduga kuat) mengarah pada Baim.

Hal ini antara lain dilatarbelakangi oleh unggahan Baim di media sosial dengan beberapa tokoh yang kemudian dikaitkan dengan aktivisme politik. Artis tersebut menyoroti garis tipis yang dilakukan sang Youtuber setelah aksi pamer foto bertema politis (atau yang sengaja dikaitkan dengan politik oleh warga net). Disitu Baim dilabeli memiliki identitas yang kurang otentik atas profil politiknya.

Publisitas negatif atas Baim tidak berhenti sampai di sana. konten-kontennya kini dituduh palsu. Aksinya yang dermawan disinyalir berasal dari uang sponsor, bukan donasi pribadi, dengan narasi yang dibuat licik sehingga dirinya tetap dalam radar berita dan menggarisbawahi magnetnya yang semakin menguat sebagai seorang Youtuber.

Apakah publisitas itu membuat personanya cacat di tengah kedigdayaannya yang tengah meroket ?

Hal tersebut bisa saja menjadi kekhawatiran bagi para Youtber yang sudah eksis maupun pendatang, tentang dinamika jebakan aktivisme Youtuber.

Menampilkan pandangan politik yang ambigu (atau tanpa ketidaksengajaan) merupakan hal yang bisa merusak imej di tengah lanskap masyarakat Indonesia yang masih terkotak-kotak dan sangat sensitif. Gagasan memajang foto bersama sosok tokoh atau politikus bisa menjadi muatan frontal yang berakibat sinisme.

Namun yang paling fatal adalah ketidak aslian konten.

Jika masalah keontetikan konten Baim seperti yang dituduhkan si artis, benar, maka apakah Baim Wong mampu tetap eksis menjadi Youtuber sosial, atau yang paling mendasar, mampukah ia melewati masalah imej-nya ini ?

Apapun itu, Baim telah melakukan jalur anti mainstream yang berdampak positif bagi banyak orang bukan saja subjek dalam kontennya tetapi seluruh komunitas Youtube. 

Indonesia jelas-jelas membutuhkan sosok seperti Baim Wong-Baim Wong  yang lain.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Status sebagai Youtuber Nomor 1, Baim Wong : Perjuangan sebuah eksistensi

Baim Wong menjadi salah ikon budaya pergeseran selebritas yang beralih profesi menjadi Youtuber, terlepas dari hasil akhir yang kini men...