Baim
Wong menjadi salah ikon budaya pergeseran selebritas yang beralih profesi
menjadi Youtuber, terlepas dari hasil akhir yang kini menentukan statusnya di
tengah menjamurnya transisi selebriti
menjadi Youtuber. Berhasil atau tidakkah ia?
Siapa
pemain sinetron pria yang kehidupan pribadinya banyak dikaitkan dengan wanita ?
Baim Wong adalah salah satu artis yang jelas memiliki klaim atas itu.
Sejak
bermain di sinetron Sejuta Cinta Marshanda aktor sekaligus anak dari pengusaha Johny Wong, mengalami cinta lokasi
dengan lawan mainnya, Marshanda. Setelah itu, perjalanan asmara Baim bersama selebritis wanita kerap menghiasi tayangan gosip.
Dalam
karirnya di dunia sinetron Baim sempat meredup, namun ia bukan tenggelam
sama sekali. Beberapa tahun terakhir, pria yang dikabarkan pernah berkencan
dengan sesama artis, maupun host
hingga model, masih aktif berakting, meski hanya peran kecil. Sinetron
terakhirnya berjudul Cinta Murni, pada tahun 2020 lalu yang tayang di salah satu televisi nasional.
Baim
bertransformasi menjadi Youtuber karena terinspirasi dari masifnya pemberitaan
mengenai profesi itu dan juga ajakan sahabatnya, Raffi Ahmad yang berkecimpung
lebih dahulu.
Youtube
Baim diberi nama : Baim Paula (nama istrinya) . Jika kanal Youtube milikinya tidak mengikuti rantai
kesuksesan seperti Youtuber pendahulunya (sebut saja Atta Hallintar), ia tidak
akan terkejut. Sejak awal ia memposisikan dirinya sebagai underdog (yang tidak diunggulkan).
‘Baim
Wong benar-benar memulai dari nol. Ia mempersenjatai diri dengan perangkat
digital yang canggih dan melakukan semuanya sendiri. Dari proses merekam
gambar, mengedit lalu mem-posting
video. Pada awal debutnya, Baim kerap mendapatkan penolakan kolaborasi untuk
sebuah konten dari Youtuber lain. Namun ia tidak putus asa.’ Seorang sumber
dekat mengatakan pada sebuah media online.
Baim
mengungkapkan, diperlukan strategi khusus untuk membuat sebuah konten dengan narasi yang kuat, namun agenda
komersial bukan tujuannya.
‘Komersialisasi
membuat kontennya berisi naratif yang kebanyakan diset-up, dan itu bukan prinsip
saya’. Ungkapnya.
Agaknya,
Baim tidak terlalu menduplikasi habis-habisan konten kebanyakan seniornya.
Ia merubah persona konten di kanalnya dari sekedar hiburan menjadi hiburan
edukatif, bahkan ada nilai moral di sana.
Penikmat
Youtube di tanah air banyak disuguhkan dengan parodi klasik, prank yang tidak
terstruktur dan tidak memiliki agenda, bahkan cenderung berujung sarkasme serta
kegiatan pamer kekayaan yang mengarah hedonisme, dan
seolah menggiring penonton sebagai korban era kapitalismen modern, namun Baim secara perlahan malah memperkenalkan sosoknya sebagai Youtuber dengan sisi humanisme yang
kental, dan ia tampak menikmati statusnya sebagai ‘aktivis sosial’ lewat media
Youtube.
Biasanya
mobil-mobil mewah, rumah megah, barang-barang merek, drama percintaan yang bias
realitas, prank tanpa manfaat menjadi tajuk utama para Youtuber lain (itu
sah-sah saja), namun Baim, dengan cerdik menjadikan sisi sensitif manusia sebagai dekorasi kanal
Youtube Baim Paula.
Baim
melakukan
strategi memutar 180 derajat secara ambius, ia mencoba menampilkan alur yang
kuat, ide sosial yang menyentuh, keaslian narasi tanpa candid apalagi settingan
dan kepolosan target. Semua mengalir begitu saja, seperti sesorang yang bertemu tak sengaja dengan pengemis di jalanan,
tanpa direncanakan.
Nilai-nilai
positif kontennya antara lain dapat ditangkap melalui cerita Nenek Iroh, yang tidak bisa dikelabui dengan penyamaran
Baim waktu itu dan bagian seksisnya adalah Nenek Iroh malah menanyakan hubungan percintaannya dengan Marshanda.
Itulah
momen yang Baim butuhkan. Drama naif yang polos. Setelah itu, konten Nenek Iroh membuat karakterisasi atas personanya
semakin jelas.
Menyusul
kemudian, beberapa konten lain bermunculan masih dengan tema sosial yang tidak
dibuat-buat dan apa adanya. Sebutnya saja menolong pemulung, membantu penjual
Es Tebu, tukang parkir, Supir Taksi, Nelayan dan orang-orang kurang mampu
lainnya, yang membuat Baim terlihat seperti Youtuber dengan sensitivisme
organik.
Ia
tak segan memberikan bantuan dana kepada sesorang untuk membetulkan rumah.
Diwaktu lain konten Youtubenya tentang membayar pengobatan biaya rumah sakit
atau merenovasi rumah supir pribadinya sendiri.
Kisah-kisah
di atas sedikit mirip dongeng Robin Hood, namun tanpa kesembronoan karena
terjadi di kehidupan nyata dan jelas memikat hati.
--
Jebakan ketenaran ?
Baim
kini sedang menjadi fenomena menyusul pengakuan dari CEO Youtube beberapa waktu
lalu.
Susan Wojciki mengatakan : (selain kegiatan humanismenya, konten Gemas (Gemar
Memakai Masker) yang dicanangkan Baim waktu itu kepada masyarakat kurang mampu di Indonesia saat pandemik corona
dianggap berdampak kepada kehidupan sosial.
Atas aksi simpatiknya, Baim
diganjar YWN Icon of The Month.
Anugerah
tersebut semakin mengkokohkan kualitas diri dan ‘keaslian’ Baim (dalam membuat konten) sebagai Youtuber.
Efek dominonya, pendapatan sang
Youtuber turut berdampak. Baru-baru ini, seperti dilansir Social Blade
(yaitu situs analisis penghitungan medisa sosial), penghasilan Baim Wong
sebagai Youtuber diperhitungkan mencapai kisaran US$56.600 hingga US$ 905.500
ATAU HAMPIR Rp13 Miliar perbulan.
Perhitungan untuk pendapatan setahun
diprediksi sebesar US$674.400 hingga US$10.9 juta atau Rp152 miliar per
tahun.
Rekor itu secara meyakinkan mendepak
Atta Hallintar sebagai Youtuber terkaya sebelumnya, meskipun jumlah Subscriber
Atta masih lebih unggul.
Namun Baim merendah. Sejak awal ia tidak
berekpektasi terlalu tinggi. Mempunyai Subscriber sebanyak 1 juta orang sudah cukup
membuatnya senang.
Tentu pencapaian seseorang tak pelak
mendatangkan respon kontra produktif. Baru-baru ini sesorang artis lain (yang
identik dengan ‘tidak takut mengkritisi
artis lain yang dirasa merugikannya’), telah melontarkan serangan negatif (yang
diduga kuat) mengarah pada Baim.
Hal ini antara lain dilatarbelakangi
oleh unggahan Baim di media sosial dengan beberapa tokoh yang kemudian dikaitkan
dengan aktivisme politik. Artis tersebut menyoroti garis tipis yang dilakukan
sang Youtuber setelah aksi pamer foto bertema politis (atau yang sengaja
dikaitkan dengan politik oleh warga net). Disitu Baim dilabeli memiliki identitas yang
kurang otentik atas profil politiknya.
Publisitas negatif atas Baim tidak berhenti sampai di
sana. konten-kontennya kini dituduh palsu. Aksinya yang dermawan disinyalir
berasal dari uang sponsor, bukan donasi pribadi, dengan narasi yang dibuat
licik sehingga dirinya tetap dalam radar berita dan menggarisbawahi magnetnya
yang semakin menguat sebagai seorang Youtuber.
Apakah publisitas itu membuat
personanya cacat di tengah kedigdayaannya yang tengah meroket ?
Hal tersebut bisa saja menjadi
kekhawatiran bagi para Youtber yang sudah eksis maupun pendatang, tentang
dinamika jebakan aktivisme Youtuber.
Menampilkan pandangan politik yang
ambigu (atau tanpa ketidaksengajaan) merupakan hal yang bisa merusak imej di
tengah lanskap masyarakat Indonesia yang masih terkotak-kotak dan sangat
sensitif. Gagasan
memajang foto bersama sosok tokoh atau politikus bisa menjadi muatan frontal
yang berakibat sinisme.
Namun yang paling fatal adalah ketidak aslian konten.
Jika masalah keontetikan konten Baim
seperti yang dituduhkan si artis, benar, maka apakah Baim Wong mampu tetap eksis menjadi
Youtuber sosial, atau yang paling mendasar, mampukah ia melewati masalah
imej-nya ini ?
Apapun itu, Baim telah melakukan
jalur anti mainstream yang berdampak
positif bagi banyak orang bukan saja subjek dalam kontennya tetapi seluruh
komunitas Youtube.
Indonesia jelas-jelas membutuhkan sosok seperti Baim
Wong-Baim Wong yang lain.