Senin, 17 Februari 2020

IMUNOTERAPI MENGALAHKAN MOMOK KANKER



Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), kanker membunuh 8.2 juta orang setiap tahunnya.  Pada tahun 2018, menurut situs www.kalahkankanker.com, prevalensi kanker di Indonesia sebesar 1,8‰ (per mil) atau diperkirakan sekitar 475.185 orang mengidap kanker dari total 263.991.379 populasi Indonesia. Jumlah angka mortalitas akibat kanker di Indonesia diprediksikan akan mencapai 207.210 orang pada tahun 2018. Atas dasar tersebut, dunia kedokteran dan tekhnologi berpacu dengan waktu, menciptakan metode revelousioner untuk menyembuhkan penyakit kanker. Salah satu uji pengobatan kanker yang memberikan harapan hidup lebih baik selain metode konvensional seperti kemoterapi, radioterapi, terapi bertarget dan operasi adalah Imunoterapi. Bahkan terobosan Imunoterapi telah diakui eksistensinya dengan mendapatkan anugerah penghargaan dari Jurnal Science sebagai ‘2013-Breakthrough of The Year’ dalam pengobatan kanker.

Apakah Imunoterapi itu ?
Imunoterapi disebut sebagai terapi imun, adalah jenis pengobatan kanker yang menstimulus sistem imun agar lebih agresif dalam mengidentifikasi sel kanker.
Sel kanker lahir dari sel tubuh yang tengah mengalami mutasi gen. Pada dasarnya, mutasi sel adalah hal normal  dan alamiah yang terjadi di dalam tubuh manusia. Namun, terdapat sel-sel yang tumbuh abnormal, yang juga disebakan oleh faktor eksternal, sehingga sel-sel abnormal tersebut kemudian menjelma menjadi sel kanker. Sel kanker memiliki sifat kamuflase, ia dapat memanipulasi relugasi imun dalam tubuh manusia sehingga sel imun tidak mengenalinya sebagai benda asing. Imun pada tubuh manusia diproduksi oleh sumsum tulang belakang, dan dimatangkan di kelenjar getah bening. Disebut sel T. Sel-sel T inilah yang berfungsi sebagai filter untuk mengenali sel kanker. Namun beberapa jenis kanker memiliki protein yang dapat menonfaktifkan fungsi sel-sel T yang dalam dunia medis disebut sebagai PD-L1  (programmed death-ligand 1).
Berbagai penelitian yang sedang dikembangkan, menyebutkan Imunoterapi disinyalir dapat mengembalikan respon imunitas dengan memberdayakan sel-sel T agar lebih aktif dan mampu memblokir PD-L1. 

Dengan cara apa Imunoterapi dapat dilakukan?
Konsep Imunoterapi dapat dilakukan melalui obat minum, infus, krim oles (untuk jenis kanker kulit), disuntikan langsung (salah satunya vaksinisasi) atapun dengan rekayasa sel yang semuanya bertujuan untuk memblokir PD-L1  agar sistem imun dapat melawan sel kanker dengan lebih efektif dan sistematis.

Apa kelebihan Imunoterapi dibanding metode konvensional ?
1.    Imunoterapi dinilai lebih efektif, terbukti pada rangkaian ratusan uji klinis yang tengah berlangsung dengan hasil awalnya yang cukup menjanjikan. Penelitian Internasional mencatat, Imunoterapi yang memiliki sifat anti PD-L1 mampu memberikan masa hidup lebih panjang dibanding kemoterapi saja. Imunoterapi juga menjanjikan kesempatan bagi penjuang kanker untuk menjalani hidup yang lebih berkualitas bersama keluarganya.
2.    Imunoterapi dapat berkerja sama dengan metode konvensional lainnya yang tengah dijalani pejuang kanker. Maksudnya kemoterapi dapat berkinerja lebih maksimal saat pejuang kanker juga menjalani Imunoterapi.
3.    Imunoterapi menghasilkan efek samping lebih rendah dibanding metode konvensional karena Imunoterapi memulihkan fungsi sel-sel T dan menargetkan untuk pemblokiran dan menghambat PD-L1 secara lebih spesifik.
4.    Imunoterapi mampu membentuk Imunomemori atau kemampuan sistem imun untuk mengingat sel kanker sehingga saat sel kanker muncul, sistem Imun akan langsung menyerang sebelum sel-sel kanker menyebar di luar kendali.
Selain memiliki manfaat, proses Imunoterapi juga memiliki efek samping dan risiko. Oleh karena itu disarankan agar berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum memutuskan untuk mengambil tindakan medis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Status sebagai Youtuber Nomor 1, Baim Wong : Perjuangan sebuah eksistensi

Baim Wong menjadi salah ikon budaya pergeseran selebritas yang beralih profesi menjadi Youtuber, terlepas dari hasil akhir yang kini men...